Tipe Pria dari Pilihan Celana Dalamnya

Kompas.com - 23/08/2010, 14:33 WIB

KOMPAS.com — Fungsi celana dalam, khususnya untuk pria, pada dasarnya memang hanya untuk melindungi bagian tubuhnya yang vital. Namun, ketika pakaian dalam ini masuk ke ranah fashion, maka fungsinya bisa lebih luas. Dari yang menutup rapat, hingga yang longgar membebaskan. Dari pilihan model celana dalam pula kita bisa mengetahui karakter seorang pria. Enggak percaya?

Boxer
Boxer boleh dibilang merupakan pilihan pertama para pria. Modelnya yang longgar memang membuatnya lebih nyaman dipakai dan mudah pula dilepaskan. Oleh karena itu, pria yang senang memakai boxer sering digambarkan sebagai orang yang easy going dan tahu bagaimana bersenang-senang. Mereka senang traveling, menghabiskan waktu bersama teman-teman, selalu aktif, dan menyukai tantangan.

Boxer brief
Pria yang memilih memakai boxer brief (panjangnya seperti boxer, tapi pas di badan) biasanya tenang, dapat menguasai diri, dan terorganisasi. Mereka cenderung menjadi pemimpin dalam kelompoknya dan menjadi pihak yang mengatur teman-temannya ketika ingin hang out. Mereka orang yang menghidupkan suasana, tapi juga selalu memastikan bahwa setiap orang diperhatikan. Selama tidak terlalu sok ngatur sih mereka akan selalu disukai. Lebih asyik lagi, penggemar boxer brief selalu berkomitmen dengan hubungan cintanya.

Brief
Brief, atau kancut, juga masih menjadi pilihan sebagian pria. Punya nama lain tighty-whities karena zaman dulu modelnya selalu sama dan berwarna putih. Sekarang, meskipun model dan warnanya sudah bervariasi, kancut dipakai oleh pria yang menyukai pakaian dalam yang terasa membatasi atau melindungi dengan rapat. Tidak heran bila penyuka model celana dalam ini kerap tertib dan ingin memiliki kontrol penuh atas hidupnya.

Thong
Thong juga dikenal dengan g-string, yaitu celana dalam yang tidak menggunakan penutup pada bagian bokong. Modelnya kerap kali hanya berupa segitiga di bagian depannya dan tali tipis di bagian pinggang atau pinggulnya. Untuk thong, tali lebih lebar. Celana dalam ini memang terkesan erotis. ,Namun ada juga lho pria yang senang memakainya. Mereka digambarkan sebagai orang yang sangat outgoing, dan sebagian adalah eksibisionis.

No underwear
Kok bisa sih, ada orang yang tidak suka memakai pakaian dalam? Hm... ada banyak alasan untuk itu. Mungkin orang ini ingin menjalani kehidupan senatural mungkin, atau, ia memang tidak suka ada sesuatu yang membatasi geraknya, atau, ia memang kehabisan pakaian dalam. Namun sebenarnya tidak mengenakan pakaian dalam sedikit membahayakan bagi pria karena bisa saja terjadi insiden resleting macet di tempat yang tidak dikehendaki. Bila itu terjadi, hanya satu yang bisa kita katakan: kebebasan itu memang mahal harganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau